Tampilkan postingan dengan label Paluta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paluta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 November 2010

Perlu dilestarikan peninggalan sejarah di Paluta

GUNUNG TUA - Pemkab Padanglawas Utara (Paluta) dan masyarakatnya agar menyadari perlunya melestarikan peninggalan sejarah maupun cagar budaya.

Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat dan adat Paluta, Tongku Sutan Harahap, tadi malam di Gunungtua, Kec. Padang Bolak, ketika diminta pendapatnya tentang pelestarian peninggalan sejarah kemerdekaan dan cagar budaya yang dimiliki Paluta.

Dijelaskan, Pemkab Paluta perlu membuat rancangan maupun peraturan agar peninggalan sejarah maupun cagar budaya menjadi salah satu program unggulan agar menarik wisatawan lokal dan internasional untuk berkunjung ke Paluta.

”Peninggalan itu merupakan peninggalan nenek moyang yang harus dijaga dan dipelihara. Padahal apabila dilestarikan dapat berpotensi sebagai objek wisata yang menarik para wisatawan,” ucapnya.

Menurutnya, Paluta memiliki banyak bangunan bersejarah serta cagar budaya dan peninggalan sejarah sebagai aset pariwisata yang nilainya luar biasa. Oleh karenanya, diminta kepada Pemkab Paluta untuk membuat peraturan maupun masyarakat di sekitar bangunan sejarah agar melakukan pengawasan terhadap peninggalan bersejarah itu.

”Bangunan bersejarah itu harus dilestarikan sebagai salah satu ciri khas Kab. Paluta,” harapnya.

Di tempat terpisah, sesepuh Legiun Veteran Gunungtua Darwin Siregar mengatakan, bangunan maupun monumen bersejarah di Gunungtua khususnya, umumnya di wilayah Kab. Paluta, perlu didokumentasikan dan diregistrasi, guna mengetahui letak lokasi di mana bangunan sejarah yang ada di Paluta berada.

Minggu, 14 November 2010

Desember, 101 Desa Di Paluta Serentak Gelar Pilkades

Sebanyak 101 desa yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) bakal menghelat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada pertengahan Desember mendatang.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Kabupaten Paluta, Mahlil Rambe SH, melalui Kasi Kekayaan Desa dan Kelurahan, Natoras Harahap, kepada METRO, Rabu (10/11).
“Pemkab bakal menggelar pilkades secara serentak, Rabu (22/12) mendatang. Selanjutnya pelantikan kepala desa terpilih akan dilantik Selasa (30/12),” ucapnya.
Dirincikannya, dari 101 desa yang mengikuti pilkades tersebut, kecamatan yang paling banyak melaksanakan pilkades, adalah Kecamatan Padang Bolak sebanyak 26 desa.
Lalu, Kecamatan Dolok 19 desa, Halongonan sebanyak 18 desa, Dolok Sigompulon 15 desa, Portibi 9 desa, Padang Bolak Julu 5 desa, Simangambat 4 desa, Batang Onang 3 desa dan Hulu Sihapas 2 desa.
“Tahun ini, kecamatan yang paling banyak melaksanakan pilkades adalah Kecamatan Padang Bolak, sedang kecamatan paling sedikit Hulu Sihapas,” sebutnya.
Lebih lanjut ditambahkannya, untuk pendaftaran pemilih dibuka 7 Nopember hingga 22 Nopember, sedang pendaftaran calon kepala desa dibuka 23 Nopember hingga 30 Nopember.
“Para warga diimbau agar segera mendaftarkan diri sebagai pemilih pada panitia di masing-masing desa, mulai 7 Nopember hingga 22 Nopember. Sedangkan bagi warga yang akan menjadi calon kepala desa dibuka pendaftarannya 23 Nopember hingga 30 Nopember mendatang,” ungkapnya. (metrosiantar.com)

Pembangunan jalan di Gunung Tua bermasalah

GUNUNGTUA – Proyek rehab ruas Jalan Kihajar Dewantara Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara, sampai saat ini belum terpasang papan proyek.
Pantauan di lokasi, rehab jalan menuju kantor pengadilan dan SMAN 1 Gunungtua terlihat kondisinya amburadul. Sejauh ini pembangunannya mulai bermasalah, diantaranya teknik meletakkan batu yang terlihat hancur.
Sementara papan proyek tidak dipasang, padahal proyek perehaban jalan merupakan proyek Pemkab Padanglawas Utara tahun anggaran 2010. Akibatnya, warga yang bermukim di sekitar lokasi pembangunan tidak mengetahui sumber dana tersebut.
“Proyek itu bisa muncul akibat lemahnya pengawasan dari pihak berkompeten terhadap kualitas proyek, sehingga beberapa kontraktor nekad tidak mau memasang plank papan nama proyek,” kata seorang warga, tadi malam.
Ketua DPK Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Kabupaten Padanglawas Utara, Nuhrom Ahadi Siregar, menyebutkan setiap proyek yang dikerjakan kontraktor wajib dipasang plank papan nama kegiatan.
Apalagi dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah, diwajibkan memasang plank nama proyek.
Sumber : Waspada Online

Sabtu, 30 Oktober 2010

298 Calhaj Paluta Diberangkatkan

PALUTA-METRO; Sebanyak 298 calon haji (calhaj) asal Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 17, dilepas Bupati Drs Bachrum Harahap di lapangan sepak bola Gunung Tua, Jumat (29/10), menuju embarkasi Polonia Medan, dan bertolak ke Tanah Suci pada Minggu (31/10). Pada pemberangkatan itu, Bupati berpesan agar calhaj menjaga kekompakan dan persatuan selama melaksanakan ibadah haji.
Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap dalam sambutannya meminta, jamaah calon haji asal Kabupaten Paluta untuk tetap menjaga kondisi kesehatan. Sebab jika kondisi badan sehat, semua tahapan dalam menjalankan rukun haji akan dapat terlaksana dengan baik.
Bupati juga meminta calhaj menjaga kekompakan, persatuan, serta menjaga nama baik kabupaten dan negara Indonesia selama melaksanakan ibadah haji.
"Atas nama Pemkab Paluta, saya ucapkan selamat jalan kepada seluruh calon jamaah haji Paluta, semoga tahapan dalam menjalankan rukun haji dapat terlaksana dengan baik. Kita juga berharap agar semua jamaah haji yang berangkat pada tahun ini dapat kembali ke kampung halaman dengan membawa gelar sebagai haji yang mabrur," ujar Bupati.
Amatan METRO, ribuan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Paluta dan sekitarnya memadati lapangan sepak bola Gunung Tua, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Jumat (29/10) sore untuk memberangkatkan orang tua, kerabat dan sanak saudara mereka guna menunaikan ibadah haji.
Turut hadir dalam pemberangkatan calhaj tersebut, Wakil Bupati Paluta H Riskon Hasibuan, Sekdakab Drs Panusunan Siregar, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Ketua MUI Paluta H Bermawi Siregar, Ketua IPHI Paluta, unsur Muspida, asisten, kepala dinas dan sejumlah pimpinan instansi se-Paluta. Sumber: Metro Siantar

Proyek di Paluta tanpa papan proyek

GUNUNGTUA - Banyak proyek pembangunan maupun perehaban yang saat ini berlangsung di Kabupaten Padanglawas Utara tahun anggaran 2010 tidak memasang papan nama (plank proyek) di lokasi pembangunan. Sehingga warga setempat tidak mengetahui sumber dana berasal dari mana, dan kapan batas waktu pengerjaan proyek tersebut.

Berdasarkan pantauan di berbagai wilayah baik sudut kota, desa bahkan pelosok di beberapa kecamatan di Kabupaten Paluta, banyak terlihat bermunculan proyek pembangunan tanpa plank papan nama kegiatan tersebut dan banyak didominasi dari proyek Dinas PU Paluta baik pembangunan jalan, perehapan jalan dan pembangunan Masjid Agung Gunungtua.

Salah satu contoh, rehab di Jalan Kihajar Dewantara Gunungtua, warga yang dimintai pendapatnya mengaku merasa penasaran dengan muncul proyek siluman di daerahnya.

“Bagaimana mau ikut mengawasi proyek pembangunan Jalan Kihajar Dewantara ini, plank papan proyeknya saja pun tidak ada dipajangkan,” ujar seorang warga.

Ketua DPK Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Kabupaten Padanglawas Utara, Nuhrom Ahadi Siregar, menyebutkan, setiap proyek yang dikerjakan kontraktor wajib dipasang plank papan nama kegiatannya.

Padahal dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadana Barang/Jasa Pemerintah, diwajibkan untuk memasang plank nama proyek.
Sumber:Waspada Online

Heboh, Kambing Berhidung Gajah

PALUTA, Warga Desa Sosopan, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) geger. Seekor induk kambing milik Abuson Nip Harahap, warga Sosopan, melahirkan anak kambing betina berwajah aneh, dan berhidung seperti gajah, Rabu (20/10) sore.
Pantauan METRO, Kamis (21/10), kabar kelahiran kambing berwajah aneh itu cepat menyebar ke seluruh penjuru Desa Sosopan dan sekitarnya. Puluhan warga sekitar yang penasaran terus berdatangan ke rumah Abuson Nip Harahap untuk melihat secara dekat tentang keanehan anak kambing itu.
Anak kambing tersebut lahir dengan ciri unik khususnya di bagian kepalanya. Kambing tersebut tidak memiliki rongga hidung dan kedua mata nyaris menyatu dan tidak memiliki kelopak mata. Hidungnya seperti gajah. Anak kambing berjenis kelamin betina itu hanya bisa bertahan hidup selama satu jam setelah dilahirkan.
Pemilik anak kambing aneh, Abuson Nip Harahap, mengaku tidak memiliki firasat apa-apa tentang kelahiran anak kambingnya tersebut dan tidak menyangka anak kambingnya bakal jadi pusat perhatian.
"Anak kambing itu lahir hari Rabu (20/10) sekitar pukul 18.00 WIB atau menjelang maghrib, di samping rumah. Tidak ada keganjilan kelahirannya. Saya hanya mendengar raungan saja. Begitu saya dekati ternyata induk kambing melahirkan kambing betina," kata Abuson.
Diceritakan Abuson, diirnya sontak kaget dan tidak menyangka, ternyata anak kambing yang baru lahir itu dengan kondisi aneh. "Wajahnya ngeri sekali. Ini seakan-akan tidak masuk akal. Anak kambing ini hanya memiliki nyawa selama satu jam," sebutnya.
Sementara itu Sudriman Siregar, salah seorang warga setempat mengatakan, dirinya kaget, karena wajah kambing yang baru lahir itu sangat mengerikan.
Keanehan terlihat jelas pada wajah kambing. Muncung kambing seperti gajah dan babi. Selain itu matanya keluar tanpa pembatas kulit. "Jenggernya seperti Teletubbis. Pokoknya sangat mengerikan," ungkapnya.Sumber:MetroSiantar

Paluta dapat tambahan Kuota CPNS

PALUTA,Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) bakal mendapat alokasi tambahan formasi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) daerah tahun 2010 sebanyak 75  rang. pasalnya  238 kuota yang telah diterima dianggap masih kurang. Hanya saja, pihak BKD Paluta mengaku optimis kuota tambahan itu dikabulkan Kementerian Pendayaagunaan Aparatur

Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Paluta,  Drs Mora Harahap, kepada METRO,(grup sumutcyber)  Rabu (20/10), mengatakan usulan tambahan kuota CPNS yang telah diusulkan Pemkab Paluta ke MenPAN dan RB sekitar 200 orang, hanya saja Pihak MenPAN dan RB telah memverifikasi dan telah memberikan gambaran bahwa tambahan kuota CPNS untuk Kabupaten Paluta yang telah di terima MenPAN dan RB sebanyak 75 orang. " Tambahan kuota CPNS untuk Paluta yang telah mendapat gambaran verifikasi dari Pihak MenPAN dan RB adalah sebanyak 75 orang, kita optimis kuota tersebut tidak dikurangi lagi oleh Pihak MenPAN dan RB  dan  tinggal menunggu persetujuan dari mereka," ucapnya.

Dijelaskannya, tambahan formasi diajukan Pemkab Paluta mengingat kebutuhan akan PNS baru tahun ini cukup banyak untuk mengisi kebutuhan pegawai di seluruh  wilayah Paluta," Insya Allah, Kalau tambahan kuota CPNS Paluta sebanyak 75 orang itu disetujui. maka formasi CPNS Paluta tahun 2010 akan bertambah dari 238 kuota menjadi 313 kuota CPNS," ungkapnya.

Ketika ditanya kapan penerimaan dan rincian tentang formasi CPNS Paluta tersebut. mora enggan menjawab meski telah mendapat persetujuan, namun jadwal penerimaan CPNS dan rincian tentang formasi CPNS Paluta tahun 2010 , masih menunggu arahan dan penjelasan  dari Jakarta. " Kita tunggu sajalah dulu kepastiannya dari pihak MenPAN dan RB, kalau sudah ada kita terima. langsung akan kita ekspos," pungkasnya mengakhiri. Sumber:sumutcyber.com

Minggu, 10 Oktober 2010

Barteng dan Huristak Layak Masuk Paluta

Kecamatan Barumun Tengah (Barteng) dan Huristak dinilai layak masuk menjadi wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Hal ini berdasarkan geografis dan jarak tempuh bila dibandingkan dengan jarak ke Sibuhuan sebagai pusat ibu kota Padang Lawas (Palas).
Tokoh Masyarakat Luat Huristak, M Paki Harahap, kepada METRO, Rabu (29/9), mengatakan, secara geografis dan jarak tempuh, Barteng dan Huristak layak dan strategis menjadi bagian dari Paluta, bila dibandingkan dengan jarak tempuhnya ke Sibuhuan sebagai pusat ibu kota Palas.
Paki menambahkan, tuntutan bergabung dengan Paluta merupakan aspirasi dan keinginan seluruh masyarakat. Dan tidak ada tendensi politik atau kepentingan kelompok tertentu.
"Keinginan bergabung dengan Paluta murni aspirasi masyarakat atas dasar jarak dan geografis di dua wilayah kecamatan ini. Oleh karenanya, kita meminta kepada Bupati Palas, wakil bupati, dan Ketua DPRD Palas, agar merespon keinginan kami. Mengingat asal muasal kedua kecamatan ini merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Padang Bolak pada tahun 1951," terangnya.
Hal senada diungkapkan Tokoh Masyarakat Luat Utte Rudang, Kecamatan Barteng, Saruhum P Hasibuan. "Letak kedua wilayah ini lebih strategis dan pantas jadi bagian dari Paluta bila dibandingkan kecamatan lain yang masuk menjadi wilayah kecamatan di Palas. Baik dari letak geografis, jarak tempuh, maupun dasar muasal.(sumber : Metro Siantar)

Rabu, 29 September 2010

KABAR DAN INFORMASI DARI PALUTA

Selamat Datang di Blog ini, semoga blog ini dapat menjadi sarana komunikasi dan diskusi kita bersama dalam membangun Paluta yang kita cintai ini, diharapkan masukan atau ide-ide yang membangun untuk kemajuan blog ini....Admin

Lagu dan Kuling Kuling Acca dari Paluta: